Tag Archives: menabung

Menabung di Bank Atau Menabung di Asuransi ?

MENABUNG DI BANK ATAU MENABUNG DI ASURANSI

Seringkali terdengar keluhan dari para nasabah asuransi yang hendak menarik uang yang telah disetorkan, bahwa ternyata jumlah yang dapat ditarik tidak sama dengan jumlah uang yang telah disetorkan bahkan jauh di bawah itu.
Apakah ini berarti penipuan?
Mungkin Anda juga bertanya-tanya ataupun pernah mengalami hal serupa dan kemudian kapok?

Hal ini kemungkinan besar *disebabkan oleh adanya kesalahpahaman*. Saat ditawarkan produk asuransi, terkadang nasabah dijanjikan bahwa: *sama saja menabung di bank dan menabung di asuransi, hanya saja di asuransi Anda dapat tambahan perlindungan jiwa/kesehatan, sedangkan menabung di bank tidak dapat manfaat tambahan selain menyimpan uang (bunganya pun kecil sekali)*. Benarkah demikian?

Menabung menurut arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menyimpan uang.
Yang namanya menyimpan, tentu kapanpun ingin mengambil simpanan, jumlahnya sama dengan total jumlah uang yang disimpan.
Jika menabung di bank, uang simpanan kita akan terpotong dengan biaya administrasi yang berbeda-beda setiap bank. Ada juga bunganya, namun jumlahnya tidak signifikan. Jika menyimpan dalam bentuk deposito, ada pajak yang akan memotong uang kita, namun pokok dana kita akan ditambahkan dengan bunga deposito.

Berbeda dengan asuransi, apalagi asuransi yang mengklaim memiliki beberapa solusi dalam satu produk. Ingat, asuransi adalah perlindungan dari segala kejadian yang tidak pasti, yang akan berakibat ke kondisi keuangan Anda.
Jadi asuransi adalah sebagai salah satu ikhtiar perlindungan terhadap resiko..
Apabila terjadi risiko, maka asuransi akan memberikan ganti rugi, sesuai dengan yang tertera di akad perjanjian yaitu di buku polis.
Risiko apa? Risiko yang dimaksud misalnya sakit hingga dirawat inap, kecelakaan, bahkan meninggal. Seluruh syarat dan ketentuan dapat dibaca di buku polis.

Prinsip dasar asuransi adalah itikad baik.

Nasabah membuat perlindungan untuk berjaga-jaga, namun sama sekali tidak mengharapkan risiko terjadi.

Contohnya begini, meskipun jika Anda dirawat di rumah sakit biayanya sudah di-cover seluruhnya oleh asuransi (baik dari kantor ataupun Anda beli sendiri), apakah Anda menginginkan sakit hingga harus dirawat inap?
Tentu saja tidak, sama sekali tidak. Lebih baik sehat-sehat selalu.
Namun dengan memiliki asuransi, Anda mendapatkan ketenangan hati.

Apabila kemungkinan terburuk Anda harus dirawat inap, Anda tidak perlu risau memikirkan biayanya.

Maka dari itu frasa “menabung di asuransi” merupakan sebuah kesalahpahaman,* dan juga salah paham apabila Anda berpikir ikut asuransi pasti untung, atau sudah tahun ke sekian, apakah asuransi saya sudah untung?

Prinsip mencari keuntungan bisa diterapkan ketika Anda berinvestasi di produk-produk investasi.
Tentu saja, setiap investasi mengandung risiko yang datang ‘sepaket’ dengan imbal hasil atau return-nya. Jika Anda mencari keuntungan di produk yang menyediakan perlindungan, tentu saja tidak cocok antara tujuan keuangan dan produknya.

Saat ini banyak produk asuransi yang juga merangkap sebagai produk investasi.
Ketika produknya adalah asuransi dan investasi, lalu bagaimana bisa Anda mengharapkan skemanya seperti tabungan?
Di sini sebagai nasabah Anda harus kritis kepada orang yang menjual. Mintalah penjelasan yang rinci bagaimana uang Anda nantinya akan dipakai untuk membiayai asuransi (karena perusahaan asuransi tentu butuh premi) dan bagaimana akan dikelola untuk investasi dan penjelasan apa yang dimaksud tabungan di skema tersebut.

Sudah jelas apabila Anda masuk ke produk investasi, pasti akan ada risikonya, sangat berbeda dengan tabungan yang sifatnya adalah simpanan di mana hampir tidak ada risiko.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa Anda tanyakan apabila Anda menerima tawaran produk asuransi dan mendengar kata-kata tabungan, asuransi dan investasi dalam satu produk:
*1.* Apakah fitur-fitur yang dimiliki tabungan juga ada di asuransi yang ditawarkan?
*2.* Apakah jika sewaktu-waktu dana ingin ditarik, sesuaikah dengan jumlah yang disetor?
*3.* Biaya-biaya apa saja yang akan memotong uang Anda?
*4.* Apa yang terjadi jika saya ingin menarik dana saya sebelum waktunya bebas premi?
*5.* Bagaimana uang saya akan dikelola dalam unit investasinya dan berapa premi asuransi yang saya bayar?
*6.* Risiko terpahit apa yang mungkin dan pernah terjadi, dan bagaimana perusahaan mengatasinya?

Jika penjual tidak bisa menjelaskan, atau setelah dijelaskan Anda merasa tidak mengerti/merasa janggal, lebih baik lupakan saja. Cari informasi yang objektif sebanyak-banyaknya melalui media dan sumber yang kredibel melalui *Perencana Keuangan yg Anda Percayai.*

Selalu cocokkan produk keuangan dengan tujuan Anda.

Butuh perlindungan, beli asuransi.

Ingin keuntungan/ingin uang berkembang dalam jangka waktu menengah-panjang, berinvestasilah. Ingin menyimpan uang dengan aman, gunakan tabungan/deposito. Selain itu, bandingkan satu produk dengan produk lainnya.
Uang Anda adalah kuasa Anda, hak Anda, hasil kerja keras Anda. Anda punya hak untuk menentukan, membandingkan dan memilih produk keuangan yang terbaik.

Satu lagi, hindari membeli produk yang tidak Anda mengerti melalui telepon.

Penawaran melalui telepon amat riskan dari sisi konsumen/nasabah karena situasi saat menerima telepon bisa jadi bukan situasi yang tenang di mana Anda bisa berpikir jernih.

Katakan *tidak*’ atau *’batalkan*’ atau *’saya tidak tertarik’* dengan jelas, karena *pembicaraan telepon* penawaran produk yang resmi *akan direkam*.

Selalu jadilah *smart consumer dan smart investor*. Belajar asuransi, waris, mengatur keuangan dan investasi yang baik dan benar.

*Dino Ariandi, RFP, QWP*
*Perencana Keuangan Keluarga Profesional.*